Menteri Agama Dalam Bingkai Media Di Masa Pandemi Covid-19
Analisis Framing Robert Entman Mengenai Wacana Menteri Agama dalam Penanganan Covid-19 Pada Kompas.Com dan Detik.Com
DOI:
https://doi.org/10.51700/aliflam.v1i2.226Kata Kunci:
Menteri Agama, Framing, Covid-19.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk melihat framing yang dilakukan oleh media online Kompas.com dan Detik.com terhadap Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Dengan demikian, penelitian ini melihat makna dari permasalahan individua tau kelompok dalam kehidupan manusia. Penelitian ini menggunakan model analisis Robert Entman untuk mengenalisis framing Kompas.com dan Detik.com. pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi melalui internet. Peneliti melihat berita tentang Menteri agama pada periode Juni dan Juli. Setelah melakukan observasi, peneliti mengumpulkan dan mendokumentasikan data hasil observasi. Peneliti kemudian memilih berita yang relevan dengan Menteri agama dan penanganan virus Covid-19 di Indonesia. Peneliti selanjutnya menganalisis berita-berita yang relevan tersebut menggunakan model analisis framing Robert Entman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kompas.com memframing Menag sebagai sosok yang memiliki kapasistas untuk mengajak semua tokoh agama dan ormas besar untuk berpartisipasi mencegah penularan covid-19. Menag juga dibingkai sebagai sosok yang memiliki kuasa untuk membuat regulasi yang relevan untuk mencegah penyebaran virus. Sementara itu, Detik.com memframing Menag lebih pada sosok yang mengurusi hal teknis sperti pembagian daging dan pemotongan daging kurban. Tidak terlihat bahwa Menag memiliki kuasa dalam membuat kebijakan substansial. Kuasa Menag ditunjukkan hanya sebatas pada larangan-larangan yang sifatnya teknis. Analisis model Entman tidak cukup untuk menjelaskan realitas media secara holistic. Tidak semua berita memberikan keputusan moral dan penyelesaian masalah. Keterbatasan ini menjadikan penelitian ini membutuhkan alat analisis lain untuk mejelaskan fenomenanya, meskipun tidak terlalu mapan. Dibutuhkan penelitian lanjutan yang lebih mendalam dengan alat analisis lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh terkait framing.
Unduhan
Referensi
Daftar Pustaka
Creswell, John. W. 2014. Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Method Approaches Fourth Edition. California. Sage Publication,Inc.
Eriyanto. 2002. Analisis Framing Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LKiS Yogyakarta.
Heryanto Ariel. 2015. Identitas dan Kenikmatan Politik Budaya Layar Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.
Wendratama. W. 2017. Jurnalisme Online: Panduan Membuat Konten Online yang Berkualitas dan Menarik. Yogyakarta: PT. Bentang Pustaka.
Harahap R. 2020. Analisis Framing Pemberitaan Demonstrasi Mahasiswa Tentang Penolakan RUU KUHP di Harian Waspada dan Analisa Medan Edisi September 2019. [Skripsi S1, unpublished]. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Sumatera Utara, Indonesia.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Jamiluddin Nur, Irdan Hildansyah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

