Humans as Cultured, Ethical, and Aesthetic Beings
A Conceptual Study
DOI:
https://doi.org/10.51700/aliflam.v3i2.423Kata Kunci:
Manusia, Budaya, Etika, EstetikaAbstrak
Telaah konseptual mengenai manusia sebagai manusia sebagai makhluk berbudaya, beretika, serta berestetika masih terus berkembang mengingat manusia merupakan entitas kompleks yang masih memerlukan berbagai pemahaman. Dengan demikian, artikel ini mencoba mengelaborasi telaah-telaah konseptual sebagai bagian dari memperkaya wacana dan pemahaman mengenai manusia. Artikel ini merupakan kajian literatur yang ditulis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dari hasil kajian didapatkan gambaran bahwasanya Pola hubungan antara manusia dan kebudayaan juga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Manusia ialah pencipta kebudayaan. Terciptanya kebudayaan merupakan hasil interaksi manusia dengan segala aspek kehidupannya, baik secara abstrak maupun kongkrit. Budaya lahir karena adanya manusia, sehingga selama manusia tetap ada di muka bumi maka kebudayaan juga akan tetap lestari. Dalam perkembangannya, kebudayaan kemudian terus berdialektika mengalami dinamika karena adanya peran manusia yang melaksanakan ataupun mempertahankan kebudayaan tersebut.
Unduhan
Referensi
Anshoriy, M. N., & Sudarsono. (2008). Kearifan Lingkungan dalam Perspektif Budaya Jawa. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Arditya, P. (2016). Dinamika Identitas Budaya Melayu Dalam Tinjauan Arkeo-Antropologis. Palembang: Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.
Bertens, K. (2000). Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Drijarkara, N. (1969). Filsafat manusia. Yogyakarta: Kanisius.
Geertz, C. (1992). Kebudayaan dan Agama. (F. B. Hardiman, Trans.) Yogyakarta: Kanisius.
Gesmi, I., Bakri, U., & Epizarman. (2019). Etika Politik dan Kepemimpinan. Cirebon: Mentari Jaya.
Herimanto, & Winarno. (2010). Ilmu sosial dan Budaya. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Herusatoto, B. (2008). Simbolisme Jawa. Yogyakarta: Ombak.
Koentrjaraningrat. (1990). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Djambata.
Kuypers, K. (1977). Encyclopedie Van de Filosofie. Amsterdam: Elsevier.
Muhammad, A. (2006). Etika Profesi Notaris. Bandung: : Citra Aditya Bakti.
Notonagoro. (1980). Pancasila Secara Ilmiah Populer. Jakarta: Pantjuran Tujuh.
Pasaribu, R. B. (2013). Manusia dan Keindahan. Jurnal Ilmu Budaya Dasar .
Poerwadarminta, W. (1991). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Poespowardojo, S. (1977). Filsafat tentang Manusia. Jakarta: Gramedia.
Porbakawatja, R. S., & Harahap, H. (1981). Ensiklopedi Pendidikan. Jakarta: Gunung Agung.
Praja, J. S. (2005). Aliran-aliran Filsafat dan Etika. Jakarta: Kencana.
PRAYOGI, A. (2022). DINAMIKA ISLAM DI MALAYSIA: TELAAH SOSIO HISTORIS. ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan, 9(1), 40-48.
Prayogi, A., Abidin, R., & Ngaisah, Z. F. N. (2022). Masuk Melayu. Madaniyah, 12(2).
Sagala, S. (2013). Etika dan Moralitas Pendidikan; Peluang dan Tantangan. Jakarta: Kencana.
Salam, B. (1995). Pengantar Filsafat . Jakarta: Bumi Aksara.
Utomo, T. P. (2010). Estetika Arsitektur dalam Perspektif Teknologi dan Seni. Jurnal Pendhapa , 1 (1), 1-15.
Weij, P. V. (1988). Filsuf-Filsuf Besar Tentang Manusia. (K. Bertens, Trans.) Jakarta: Gramedia.
Wibisono, K., & dkk. (1989). Materi Pokok Dasar-dasar Filsafat. Jakarta: Karunika.
Widagdho, D., & dkk. (2010). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Arditya Prayogi, Dimas Prasetya

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

